Korosi Tak Terlihat di Ruang Kontrol: Ancaman bagi PCB dan Peralatan Elektronik
category : Daily
Ruang kontrol, electrical room, instrument room, dan data center dirancang untuk melindungi peralatan elektronik dari kondisi lingkungan. Namun, ruangan yang terlihat bersih dan menggunakan AC belum tentu bebas dari kontaminan udara yang dapat menyebabkan korosi.
Gas seperti H₂S, SO₂, NOₓ, Cl₂, serta partikel dan kelembapan dapat masuk melalui udara luar, celah ruangan, sistem HVAC, maupun sumber kontaminasi dari dalam fasilitas.
Dalam jangka panjang, kontaminan tersebut dapat menyerang material seperti tembaga dan perak pada PCB, konektor, terminal, dan komponen elektronik.
Mengapa Ruang Ber-AC Tetap Bisa Mengalami Korosi?
Penggunaan AC tidak otomatis membuat udara bebas dari gas korosif.
Sistem HVAC standar umumnya berfokus pada pengendalian suhu, kelembapan, dan partikel. Sementara itu, gas seperti H₂S dan SO₂ membutuhkan teknologi chemical filtration atau gas-phase filtration.
Kontaminan juga dapat masuk melalui:
- Udara luar dan make-up air
- Celah pintu dan penetrasi kabel
- Plafon dan raised floor
- Sistem ventilasi
- Material atau aktivitas di dalam ruangan
Karena itu, kualitas udara di ruang kontrol perlu dilihat sebagai bagian dari reliability system, bukan hanya masalah kebersihan ruangan.
Bagaimana Korosi Merusak PCB?
Proses korosi dapat berlangsung secara perlahan.
Ketika kelembapan meningkat, permukaan logam dapat memiliki lapisan air yang sangat tipis. Lapisan tersebut memungkinkan gas korosif bereaksi dengan permukaan logam.
Pada PCB, kondisi ini dapat menyebabkan:
Copper Creep Corrosion
Senyawa korosi dapat berkembang pada permukaan tembaga dan menyebabkan arus bocor, short circuit intermittent, hingga reset.
Silver Sulfidation
Komponen berbahan perak dapat mengalami sulfidasi sehingga resistansinya meningkat dan berpotensi menyebabkan open circuit.
Korosi Konektor
Lapisan korosi pada kontak dapat meningkatkan resistansi dan menyebabkan gangguan sinyal atau koneksi intermittent.
Kontaminasi Partikel
Debu yang menumpuk pada heat sink dan kipas dapat menghambat pendinginan dan meningkatkan risiko overheating.
Industri Apa yang Memiliki Risiko Lebih Tinggi?
Risiko airborne contaminants sangat bergantung pada lingkungan fasilitas.
Beberapa contoh antara lain:
Geothermal
H₂S dapat berasal dari sistem uap, ventilasi, cooling tower, maupun kebocoran proses.
Pulp & Paper
Proses produksi dapat menghasilkan senyawa sulfur, SO₂, NOₓ, dan senyawa klorin.
Viscose
Proses produksi dapat menghasilkan senyawa seperti CS₂ dan H₂S.
Data Center
Risiko dapat berasal dari udara luar, genset diesel, kawasan industri, maupun lingkungan perkotaan.
Area Pesisir
Aerosol garam laut membawa klorida yang dapat meningkatkan risiko korosi pada peralatan elektronik.
Bagaimana Mengukur Risiko Korosi?
Salah satu referensi yang dapat digunakan adalah ANSI/ISA-71.04-2013, yang mengklasifikasikan kondisi lingkungan berdasarkan tingkat korosi pada copper dan silver coupon.
Klasifikasi tersebut meliputi:
G1 – Mild
Lingkungan relatif terkendali.
G2 – Moderate
Korosi mulai menjadi faktor yang perlu diperhatikan terhadap keandalan peralatan.
G3 – Harsh
Risiko korosi tinggi dan membutuhkan pengendalian lebih serius.
GX – Severe
Lingkungan sangat korosif dan membutuhkan perlindungan khusus.
Apa itu Corrosion Coupon?
Copper dan silver coupon ditempatkan di lokasi tertentu selama periode pengujian, umumnya sekitar 30 hari.
Setelah itu, coupon dianalisis untuk mengetahui tingkat korosivitas lingkungan.
Metode ini membantu memberikan gambaran mengenai efek kumulatif kontaminan, kelembapan, suhu, dan waktu paparan terhadap material elektronik.
Apakah HEPA Cukup?
Tidak selalu.
HEPA berfungsi untuk menangkap partikel, sedangkan gas korosif membutuhkan metode filtrasi yang berbeda.
Untuk mengendalikan gas seperti H₂S, SO₂, dan kontaminan lainnya, dapat digunakan chemical filtration dengan media yang dipilih berdasarkan hasil assessment.
Contohnya meliputi:
- Activated carbon
- Impregnated carbon
- Alumina berimpregnasi KMnO₄
- Media kombinasi
Pemilihan media harus mempertimbangkan jenis kontaminan, konsentrasi, kelembapan, temperatur, dan kondisi operasi sistem.
Strategi Perlindungan Ruang Kontrol
Perlindungan terhadap korosi sebaiknya dilakukan secara berlapis.
1. Assessment
Identifikasi sumber kontaminan dan lakukan pengukuran lingkungan serta corrosion coupon testing.
2. Environmental Control
Kendalikan suhu, kelembapan, tekanan ruangan, serta sealing pada pintu dan penetrasi.
3. Particle Filtration
Gunakan filtrasi partikel sesuai kebutuhan sistem HVAC.
4. Chemical Filtration
Gunakan filtrasi gas untuk mengendalikan kontaminan korosif.
5. Monitoring
Pantau suhu, RH, pressure drop filter, kondisi media, serta tingkat korosivitas secara berkala.
6. Maintenance
Lakukan penggantian filter, media, sealing, dan assessment secara berkala.
Kapan Ruang Kontrol Perlu Di-Assessment?
Assessment kualitas udara layak dipertimbangkan jika:
- Modul elektronik sering mengalami kerusakan.
- Vendor menemukan kondisi no fault found.
- Konektor atau komponen terlihat menghitam atau berubah warna.
- Sering terjadi alarm atau reset yang tidak jelas.
- Debu cepat menumpuk pada peralatan.
- Gangguan meningkat ketika kelembapan tinggi.
- Fasilitas berada dekat kawasan industri, genset, cooling tower, geothermal, atau pesisir.
- Sistem HVAC hanya menggunakan filter partikel.
- Belum pernah dilakukan corrosion assessment.
Kesimpulan
Korosi pada ruang kontrol sering kali tidak terlihat sampai akhirnya menyebabkan gangguan pada peralatan elektronik.
Penggunaan AC dan filter partikel saja belum tentu cukup untuk melindungi PCB, panel kontrol, dan instrumentasi dari gas korosif.
Pendekatan yang lebih menyeluruh mencakup:
Assessment → Environmental Control → Filtration → Monitoring → Maintenance
Dengan melakukan assessment sejak awal, tingkat korosivitas lingkungan dapat diketahui dan strategi perlindungan dapat ditentukan berdasarkan kondisi aktual fasilitas.
Jangan menunggu PCB rusak untuk mengetahui bahwa udara di ruang kontrol bermasalah.
PT Indo Utama Services siap membantu melakukan assessment airborne contaminants, corrosion monitoring, dan solusi filtrasi udara untuk ruang kontrol, electrical room, instrument room, dan fasilitas kritis lainnya.
Hubungi PT Indo Utama Services untuk mengetahui kondisi lingkungan fasilitas Anda.
Back To Articles