Loading...
Loading...
Loading...

PT. Indo Utama Services

Online Support

Please fill in your details before starting WhatsApp chat.

Daily

Ruangan Kritis Geothermal Berbau? Kenali Penyebab Gas Korosif dan Cara Mengatasinya

category : Daily


Ruangan Kritis Geothermal Berbau? Jangan Abaikan

Bau tidak biasa di dalam Control Room, Electrical Room, atau Instrument Room pada fasilitas geothermal bukan sekadar masalah kenyamanan. Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya kontaminasi udara yang perlu diperiksa lebih lanjut, terutama ketika fasilitas berada dekat dengan area produksi panas bumi.

Fluida geothermal secara alami mengandung berbagai Non-Condensable Gas (NCG) seperti Hydrogen Sulfide (H₂S), Sulfur Dioxide (SO₂), Carbon Dioxide (CO₂), dan Ammonia (NH₃). Gas-gas tersebut dapat terlepas ke lingkungan sekitar sumur produksi, cooling tower, dan steam field.

Masalahnya, gas yang masuk ke ruang kritis tidak hanya memengaruhi kualitas udara. Dalam kondisi tertentu, kontaminan tersebut juga dapat mempercepat korosi pada komponen elektronik yang menjadi bagian penting dari sistem kontrol dan kelistrikan pembangkit.

Karena itu, ketika muncul bau atau indikasi kualitas udara yang tidak normal, langkah yang tepat bukan sekadar menambah ventilasi atau menggunakan pengharum ruangan. Kondisi lingkungan perlu diidentifikasi, diukur, dan dikendalikan berdasarkan data.

Mengapa Ruangan Kritis di Geothermal Bisa Berbau?

Area geothermal memiliki potensi paparan gas yang berbeda dengan lingkungan perkantoran biasa.
Gas dari lingkungan sekitar dapat masuk ke ruang kritis melalui:

  • Sistem HVAC.
  • Ducting.
  • Celah bangunan.
  • Cable tray.
  • Area penetrasi utilitas.
  • Jalur udara luar yang belum memiliki filtrasi yang sesuai.

Materi engineering PT Indo Utama Services menjelaskan bahwa tanpa well-sealed room dan filtrasi udara masuk yang memadai, gas korosif dapat merembes ke Control Room maupun Instrument Room. Kelembapan yang tinggi juga dapat mempercepat proses korosi karena membantu membentuk lapisan elektrolit pada permukaan logam.

Artinya, masalah bau dapat menjadi salah satu alasan untuk melakukan pemeriksaan kualitas udara, tetapi bau saja tidak cukup untuk menentukan jenis maupun konsentrasi gas. Pengukuran tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Bukan Hanya Masalah Bau: Gas Korosif Dapat Merusak Peralatan

Gas korosif dapat bereaksi dengan material logam yang digunakan pada berbagai peralatan elektronik.
Komponen yang berpotensi terdampak antara lain:

  • PCB.
  • DCS control panel.
  • Relay.
  • Switchgear.
  • Busbar.
  • Sensor.
  • Komponen kontrol dan instrumentasi.
Korosi yang terjadi juga tidak selalu terlihat seperti karat pada permukaan logam. Micro-corrosion pada PCB dan panel kontrol dapat memicu gangguan seperti pembacaan sensor yang tidak akurat, ghost signal, hingga hilangnya visibilitas monitoring. Sementara korosi pada switchgear dan busbar dapat meningkatkan resistansi listrik, memicu overheating, dan meningkatkan risiko short circuit.

Inilah alasan mengapa kualitas udara di ruang kritis perlu dipandang sebagai bagian dari reliability engineering, bukan hanya persoalan kenyamanan ruangan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ruangan Kritis Berbau?

Jangan langsung mengganti filter atau menambah kapasitas AC tanpa mengetahui sumber masalahnya.
Pendekatan yang lebih tepat adalah melakukan beberapa langkah berikut.

1. Lakukan Environmental Assessment
Langkah pertama adalah mengetahui apa yang sebenarnya terdapat di dalam udara ruangan.
Assessment dapat mencakup:

  • Gas sampling.
  • Particle measurement.
  • Temperatur.
  • Relative Humidity (RH).
  • -valuasi tingkat korosivitas.
Untuk lingkungan geothermal, UIL Assessment menggunakan gas sampling berdasarkan ISA S71.04 untuk mengidentifikasi gas dominan dan membantu menentukan klasifikasi tingkat korosivitas ruangan.

Hasil assessment menjadi dasar sebelum menentukan sistem filtrasi atau tindakan korektif lainnya.

2. Pastikan Ruangan Benar-Benar Tersegel

Sistem filtrasi tidak akan bekerja optimal jika udara luar yang belum terfilter masih dapat masuk melalui celah bangunan.
Karena itu, pemeriksaan well-sealed room menjadi bagian penting dalam pengendalian kualitas udara.
Area yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Celah pintu.
  • Penetrasi kabel.
  • Cable tray.
  • Ducting.
  • Jalur utilitas.
  • Sambungan antara ruangan dan area luar.

Materi engineering merekomendasikan pemeriksaan kebocoran ruang sebagai bagian dari strategi pencegahan agar udara luar yang tidak terfilter tidak masuk ke ruang kritis.

3. Gunakan Air Purification System yang Sesuai

Jika assessment menunjukkan adanya kontaminasi gas korosif, hanya menggunakan particle filter tidak selalu cukup.
Diperlukan sistem yang juga mampu menangani kontaminan gas.

UIL Air Purification System (APS) menggunakan pendekatan filtrasi bertingkat:

Pre-Filter → Chemical Media → Final Filter
Sistem ini dirancang untuk menahan partikel sekaligus membantu menetralisir gas asam sebelum udara masuk ke ruang kritis.

Pemilihan chemical media perlu disesuaikan dengan jenis kontaminan yang ditemukan melalui assessment. Untuk lingkungan geothermal, materi engineering mencantumkan media seperti ALSORB OX150/OX150N dan CASORB H150/H200/S150 sebagai opsi untuk pengendalian gas asam.

4. Jangan Menunggu Peralatan Rusak: Lakukan Corrosion Monitoring

Menghilangkan sumber kontaminasi saja belum cukup. Kondisi korosi juga perlu dipantau untuk mengetahui apakah strategi pengendalian yang diterapkan benar-benar efektif.

UIL Active Corrosion Monitoring (ACM) dapat digunakan untuk memantau laju korosi sehingga tim engineer dapat melihat perkembangan kondisi lingkungan tanpa harus menunggu sampai terjadi kegagalan peralatan.

Selain itu, UIL Metal Strip dapat ditempatkan di ruang kritis sebagai instrumen pemantauan tambahan. Metal strip berbahan tembaga dan perak kemudian dianalisis di UIL Laboratory untuk memperoleh data corrosion rate dan indikasi kontaminan korosif dominan.

5. Jadikan Maintenance sebagai Program Berkala

Kualitas udara di fasilitas geothermal tidak selalu konstan. Konsentrasi gas non-condensable dapat berubah seiring dengan kondisi produksi sumur. Karena itu, assessment sebaiknya tidak dilakukan hanya satu kali.
Program pemeliharaan dapat mencakup:

  • Pemeriksaan kondisi APS.
  • Penggantian filter.
  • Penggantian chemical media.
  • Pemeriksaan kebocoran ruang.
  • Monitoring korosi.
  • Analisis laboratorium.
  • Evaluasi hasil assessment secara berkala.
Pendekatan ini membantu perusahaan beralih dari reactive maintenance menjadi preventive maintenance berbasis data.

Pendekatan PT Indo Utama Services: Assessment → Action → Monitoring → Periodic Maintenance

Mengatasi ruangan kritis yang berbau sebaiknya tidak berhenti pada menghilangkan bau.

Yang lebih penting adalah mengetahui apa penyebabnya, apakah kontaminan tersebut berpotensi korosif, dan bagaimana dampaknya terhadap peralatan kritis.

PT Indo Utama Services menerapkan pendekatan empat tahap:

1.Assessment
Mengidentifikasi kondisi gas, partikel, temperatur, kelembapan, dan tingkat korosivitas.

2.Action
Menentukan tindakan engineering berdasarkan hasil assessment, termasuk penyegelan ruang dan sistem Air Purification.

3.Monitoring
Memantau laju korosi dan perubahan kondisi lingkungan menggunakan Active Corrosion Monitoring maupun Metal Strip.

4.Periodic Maintenance
Melakukan pemeriksaan APS, penggantian filter dan chemical media, serta assessment secara berkala.

Kesimpulan

Ruangan kritis yang berbau pada fasilitas geothermal sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah kenyamanan semata. Kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kualitas udara dan kemungkinan adanya kontaminan dari lingkungan sekitar.

Gas seperti H₂S dan SO₂ dapat masuk melalui sistem HVAC, ducting, cable tray, maupun celah bangunan. Selain memengaruhi kualitas udara, kontaminasi gas korosif dapat mempercepat kerusakan pada PCB, DCS, relay, switchgear, dan komponen elektronik lainnya.

Solusinya bukan sekadar menghilangkan bau, tetapi mengidentifikasi sumber kontaminasi, mengukur kondisi lingkungan, mengendalikan udara yang masuk, dan memonitor dampaknya terhadap peralatan.

Melalui UIL Assessment, UIL Air Purification System, UIL Active Corrosion Monitoring, UIL Metal Strip, Chemical Media, dan UIL Laboratory, PT Indo Utama Services membantu fasilitas geothermal membangun strategi pengendalian kualitas udara yang lebih terukur dan preventif.

Jangan tunggu sampai bau hilang lalu menganggap masalah selesai. Pastikan kondisi udara ruang kritis benar-benar aman berdasarkan data.

FAQ

#Apakah bau di Control Room geothermal berarti ada gas korosif?

Bau dapat menjadi salah satu indikasi bahwa terdapat kontaminasi udara, tetapi bau saja tidak dapat menentukan jenis atau konsentrasi gas secara akurat. Pengukuran gas diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

#Mengapa H₂S berbahaya untuk ruang kontrol?

H₂S merupakan salah satu gas yang dapat berkontribusi terhadap korosi pada komponen elektronik, terutama ketika kondisi kelembapan mendukung proses korosi atmosferik.

#Apakah AC biasa dapat menghilangkan gas korosif?

Tidak selalu. Sistem HVAC dengan filtrasi partikel saja tidak secara otomatis menangani gas korosif. Jika hasil assessment menunjukkan adanya kontaminasi gas, diperlukan media filtrasi kimia yang sesuai.

#Bagaimana mengetahui tingkat korosivitas Control Room?

Tingkat korosivitas dapat dievaluasi melalui assessment dan gas sampling berdasarkan ISA S71.04. Monitoring tambahan dapat dilakukan menggunakan Metal Strip dan Active Corrosion Monitoring.

#Seberapa sering Environmental Assessment perlu dilakukan?

Assessment sebaiknya dilakukan secara berkala karena kondisi dan konsentrasi gas di fasilitas geothermal dapat berubah seiring waktu.

#Konsultasikan Kondisi Ruang Kritis Anda

Jika Control Room, Electrical Room, Instrument Room, atau ruang kritis lainnya di fasilitas geothermal mengalami bau tidak biasa atau terdapat indikasi korosi pada peralatan elektronik, langkah pertama adalah mengetahui kondisi lingkungan berdasarkan data.

PT Indo Utama Services menyediakan Environmental Assessment, Gas Analysis, Metal Strip Analysis, Active Corrosion Monitoring, Air Purification System, dan Chemical Media untuk membantu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko kontaminasi udara serta korosi pada ruang kritis.

Identifikasi risikonya. Kendalikan kontaminasinya. Lindungi aset kritisnya.

Back To Articles

Term & Conditions

Get In Touch

Kinanti street No. 2, Turangga - Lengkong, Bandung 40264

+62 22 8734 6322

+62 811-2255-070

Follow Us

© www.indoutama.com. All Rights Reserved.